- Mual dan Muntah.
Penyebab :
1) Perut kosong pada pagi hari merupakan penybab paling seserhana
2) Perubahan metabolisme dan kimia tubuh pada awal kehamilan, dan tubuh masih dalam proses penyesuaian
3) Peningkatan hormon progesteron, menyebabkan otot polos menjadi lebih relaks
dan pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah turun dengan cepat
4) Peningkatan kadar hormon kehamilan yang mendadak memicu peningkatan asam lambung, sehingga menimbulkan mual. Jika tidak dihadapi dengan bai, bisa muntah. Misalnya ibu hamil muda yang senang pedas, asam dan kerap terlambat makan
5) Penciuman lebih sensitif. Akibatnya, beberapa aroma yang sebelumnya tidak tercium, kini terasa mengganggu dn menyebabkan muntah
6) Rasa khawatir atau bingung, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama.
Tips :
1) Makan dalam jumlah sedikit tetapi sering, jangan makan dalam jumlah porsi besar karena justeru akan menambah rasa mual. Tetap berusaha makan ketika kondisi perut terasa enak, usahakan makan 5-6 kali sehari dalam jumlah porsi yang lebih sedikit dan untuk menghindari perut yang kosong. Jika terisi banyak dalam waktu singkat, lambung secara reflek akan mengosongkannya dengan cara muntah
2) Hindari makanan dan minuman yang memicu timbulnya mual seperti makanan yang berlemak
3) Hindari makanan yang banyak mengandung lemak, bumbu, terlalu asam atau pedas.
4) Makanlah makanan yang banyak mengandung kadar karbohidrat dan protein. Perbanyak pula konsumsi buah dan sayuran
5) Hindari makanan yang mengandung aroma yang akan membuat anda mual dan muntah.
6) Minumlah segelas teh hangat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah.
7) Perbanyak cairan dengan meminum air putih, susu rendah lemak, atau jus buah untuk mengganti cairan yang dikeluarkan selama muntah dan menghindarkan dari dehidrasi.
8) Perbanyak makanan yang banyak mengandung vitamin B6 seperti pisang, avokad, beras, atau sereal
9) Jika mual dan muntah ini terus berlanjut hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua, segera konsultasikan permasalahan ini dengan dokter.
1. Sering Buang Air Kecil.
Penyebab :
1) Volume darah meningkat drastis. Akibatnya, banyak cairan yang harus disaring ginjal, yang kemudian dikeluarkan tubuh dalam bentuk air kencing. Peningkatan volume darah yang terjadi di daerah panggul, juga menyebabkan kandung kemih penuh, dan harus dikosongkan lebih sering
2) Ginjal dan saluran kemih membesar, karena peningkatan kadar hormon progesteron yang terjadi sejak “cikal bakal” janin tertanam di dinding rahim
3) Ukuran rahin yang membesar, sehingga mendesak kandung kemih yang berada di bawah rahim. Akibatnya, daya tampung kemih jadi berkurang, sehingga harus dikosongkan lebih sering
4) Diabetes kehamilan, yakni diabetes yang hanya berlangsung selama masa kehamilan.
Tips :
1) Kurangi konsumsi cairan yang memicu terbentuknya air kemih, yaitu minuman yang mengandung kafein (kopi, teh dan soda)
2) Perbanyak minum pada siang hari dan kurangi pada malam hari. Dengan begitu, Anda akan tetap memenuhi kebitihan cairan yang harus Anda konsumsi
3) Tuntaskan pengosongan kandung kemih setiap kali buang air kecil.
1. Sembelit.
Penyebab :
1) Peningkatan hormon progesteron yang salah satu tugasnya memperkuat otot dinding rahim agar mampu menahan janin yang sedang tumbuh di dalamnya. Secara bersamaan kerja hormon ini juga menghambat gerak peristaltis otot-otot saluran pencernaan, sehingga proses pembuangan terganggu.
2) Konsumsi zat besi (Fe) berlebihan. Keadaan ini terjadi pada ibu hamil yang mengonsumsi zat besi tambahan berupa pil, sebagai upaya mencegah kekurangan darah (anemia).
3) Tekanan janin pada rahim dan lambung, yang menyebabkan aliran makanan di sepanjang saluran penceranaan tidak lancar.
4) Tubuh kurang beraktifitas, yang menyebabkan kerja usus jadi menurun dan cenderung “malas”.
Tips :
1) Perbanyak konsumsi makanan berserat -sayuran & buah- seperti buah pepaya dan sayur bayam.
2) Perbanyak konsumsi cairan, terutama air putih setidaknya sebanyak 2 liter sehari.
3) Kurangi miuman berkafein (teh, kopi, cola)
4) Konsumsi Yoghurt atau susu fermentasi, karena akan merangsang kerja usus lebih aktif
5) Lakukan aktivitas fisik, sebagai selingan di tengah kesibukan kerja Anda, misalnya seperti senam ringan atau berjalan-jalan di dalam ruangan.
- Mudah Lelah (Fatigue).
Penyebab:
1)Peningkatan kadar hormon progesteron secara drastis
2) Morning Sickness yang membuat Anda mual-mual dan muntah, sehingga “menghabiskan” energi. Biasanya Anda akan merasakan lelah.
3) Cemas dan khawatir terhadap kondisi kehamilan Anda. Perasaan ini juga akan menyerap energi Anda.
Tips :
1) Kenali ‘tanda-tanda’ tubuh sudah minta istirahat. Setiap kali ‘tanda’ tersebut muncul, atau bahkan sebelumnya, segra hentikan aktifitas Anda, dan beristirahatlah sejenak. Lakukan hal-hal kecil yang menyenangkan, seperti memutar koleksi CD musik yang menenangkan sambil duduk santai (kaki selonjor)
2) Atur jadwal kerja, sehingga Anda dapat beristirahat sesuai irama tubuh, tanpa menggangu produktivitas kerja
3) Rutin berolah raga untuk memperlancar aliran darah. Pilih dan konsultasikan dahulu jenis olah raga yang paling sesuai dengan kehamilan Anda
4) Konsumsi makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti sayuran hijau, tofu, daging merah dan kismis. Tujuannya agar Anda terhindar dari anemia
5) Tambah asupan kalori. Tubuh Anda memerlukan tambahan kalori 300-500 kkal per hari. Penuhi tambahan kalori tersebut dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi. Misalnya dengan membawa tuna sandwich beserta potongan buah segar untuk makanan selingan di kantor
6) Kenakan Busana atau Alas Kaki Yang Nyaman, misalnya, pilih baju dari bahan yang menyerap keringat dan tidak ketat, serta sepatu berhak rendah yang pas di kaki.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar